30 April 2025 267 Kali
TANARAING, 29 April 2025 - Suasana penuh kehangatan dan harapan mewarnai kediaman Bapak Dusun II Oktavianus Anawara di Desa Tanaraing pada hari Selasa, 29 April 2025. Hari ini menjadi tonggak penting bagi para petani di wilayah tersebut dengan dilaksanakannya pengukuhan Kelompok Tani KAHAUNG LAMA HAMU. Acara pengukuhan ini dihadiri oleh perwakilan Pemerintah Desa Tanaraing dan Balai Penyuluhan Pertanian, Perikanan, dan Kehutanan (BP3K), dalam hal ini diwakili oleh Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL).
Kelompok tani KAHAUNG LAMA HAMU yang diketuai oleh Bapak Oktavianus Anawara secara resmi dikukuhkan sebagai wadah bagi para petani untuk saling berkolaborasi dan memajukan sektor pertanian di Desa Tanaraing. Pengukuhan ini menjadi angin segar bagi para petani, terutama dalam upaya mengakses program-program pemerintah dan meningkatkan produktivitas hasil pertanian.
Dalam arahannya, Kepala Desa Tanaraing, Bapak Arifin, menekankan pentingnya keberadaan kelompok tani sebagai wadah organisasi bagi para petani. Beliau menyoroti dinamika pembentukan kelompok tani yang salah satunya bertujuan untuk memfasilitasi akses terhadap pupuk bersubsidi. Namun, beliau juga mengingatkan akan idealnya kesesuaian antara luas lahan garapan dengan jumlah anggota kelompok tani.
"Penting sekali kita selaku petani memiliki kelompok tani, khususnya di wilayah Desa Tanaraing. Pembentukan kelompok tani ini salah satunya adalah untuk mempermudah kita mendapatkan pupuk bersubsidi," ujar Bapak Arifin. Beliau menambahkan, "Namun, perlu kita ingat bahwa idealnya, luas lahan yang digarap oleh anggota kelompok tani seharusnya sebanding dengan jumlah anggota. Hal ini penting untuk memastikan distribusi pupuk bersubsidi yang lebih adil dan efektif."
Menanggapi arahan Kepala Desa, Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) dari BP3K, Bapak Dominggus K. Hikir, menyampaikan apresiasinya terhadap pembentukan kelompok tani KAHAUNG LAMA HAMU. Beliau mengakui adanya tantangan terkait kesesuaian luas lahan dengan jumlah anggota kelompok tani sebagai pekerjaan rumah bagi BP3K. Namun, beliau menegaskan bahwa berbagai upaya dan kebijakan telah dilakukan untuk mengimbangi luas wilayah persawahan Desa Tanaraing yang mencapai 350 hektar dengan kuota pupuk bersubsidi yang tersedia.
Lebih lanjut, Bapak Dominggus menjelaskan strategi pembagian musim tanam (MT1, MT2, dan MT3) sebagai upaya untuk menyesuaikan pembelian pupuk bersubsidi dengan luas lahan yang ada, dengan harapan dapat meningkatkan dan menstabilkan hasil produksi pertanian. Beliau juga menekankan bahwa pembentukan kelompok tani ini hendaknya tidak hanya menjadi wadah untuk mendapatkan pupuk bersubsidi semata.
"Dengan terbentuknya kelompok tani ini, saya berharap ini bukan hanya menjadi kelompok 'merpati' yang hanya muncul saat ada 'pakan' saja," tegas Bapak Dominggus. "Tetapi harus disertai dengan kegiatan nyata dan kesadaran dari setiap anggota kelompok. Mari kita upayakan adanya lumbung padi sebagai wadah produksi kelompok, adakan pertemuan rutin untuk membahas keberlangsungan kelompok, dan bentuk iuran anggota sebagai modal kelompok."
Beliau juga menyampaikan tiga tujuan utama berkelompok, yaitu sebagai wadah kerja sama, wahana produksi, dan wahana gotong royong.
Senada dengan hal tersebut, Sekretaris Desa Tanaraing, Bapak Oktavianus B. Njunja, SE, menegaskan pentingnya menjaga komitmen dan kesepakatan yang telah dibangun dalam pembentukan kelompok tani KAHAUNG LAMA HAMU. Beliau berharap tidak ada lagi hal-hal negatif yang muncul di kemudian hari terkait kelompok ini.
"Kebersamaan yang kita bentuk hari ini harus dijaga dan dipertahankan selamanya. Tetap jaga kekompakan dan kerja sama antar anggota kelompok," pesan Bapak Oktavianus. Beliau juga menyampaikan apresiasi Pemerintah Desa terhadap inisiatif para pemuda dalam membentuk kelompok tani dengan semangat kreativitas dan kerja yang tinggi. "Jangan hanya demi mendapatkan pupuk bersubsidi sehingga membentuk kelompok. Akan tetapi, dengan terbentuknya Kelompok Tani KAHAUNG LAMA HAMU, saya berharap kelompok ini dapat menjadi lebih kreatif dalam meningkatkan produksi hasil pertanian, baik di persawahan maupun lahan kering."
Pengukuhan kelompok tani KAHAUNG LAMA HAMU ini diharapkan menjadi awal yang baik bagi kemajuan sektor pertanian di Desa Tanaraing. Dengan adanya wadah organisasi yang kuat dan semangat kebersamaan antar petani, diharapkan produktivitas pertanian akan meningkat, kesejahteraan petani akan terjamin, dan Desa Tanaraing akan semakin maju di bidang pertanian.
Untuk artikel ini
Desa Tanaraing Capai Status Desa Mandiri dalam Pertemuan RDS dan Evaluasi Penilaian Kemandirian Desa
date_range 29 Juni 2026
favorite 34 Kali
Ketua Kader Posyandu Istana Karang 2 Desa Tanaraing Terpilih sebagai Kader Inovatif pada Lomba Posyandu ILP
date_range 26 Juni 2026
favorite 32 Kali
Membangun Masa Depan Berkelanjutan: FGD Monitoring dan Evaluasi SDGs Desa Bersama CD Bethesda YAKKUM di Tanaraing
date_range 28 April 2026
favorite 96 Kali
Wujudkan Masyarakat Sehat: Desa Tanaraing Gelar Musyawarah Rumah Desa Sehat (RDS) Triwulan 1 Tahun Anggaran 2026
date_range 25 Maret 2026
favorite 118 Kali
Kecamatan Rindi Jadi Titik Pamungkas, Musrenbangcam Sumba Timur Tahun Anggaran 2027 Resmi Ditutup
date_range 11 Maret 2026
favorite 126 Kali
Lawan Stigma, Jaga Kesehatan: Sosialisasi Pencegahan AIDS, TB, dan Malaria di Desa Tanaraing
date_range 27 Februari 2026
favorite 133 Kali
Tutorial Pembuatan Jamu Instan
date_range 13 Februari 2026
favorite 124 Kali
UPKM/CD Bethesda YAKKUM Wilayah Sumba Timur Serahkan Alat Kesehatan Posyandu Dukung Pelayanan Integrasi Layanan Primer di Desa Tanaraing
date_range 23 Mei 2025
favorite 291 Kali
Musyawarah Pembentukan Tim Brigade Pangan: Langkah Awal Ketahanan Pangan di Desa Tanaraing
date_range 23 Juli 2025
favorite 273 Kali
Membangun Kemandirian Pangan Melalui Kebun Sayur Organik: Pelatihan Inovatif di Kecamatan Rindi
date_range 21 Juni 2025
favorite 272 Kali
Pengukuhan Kelompok Tani KAHAUNG LAMA HAMU: Momentum Kebersamaan dan Kemajuan Pertanian Desa Tanaraing
date_range 30 April 2025
favorite 267 Kali
Memperkuat Ketahanan Pangan Melalui Kebun Sayur Organik: Pelatihan Pupuk dan Pestisida Organik di Desa Tanaraing
date_range 29 Juli 2025
favorite 263 Kali
Kelas Ibu Hamil di Desa Tanaraing : Wujud Peduli Kesehatan Ibu dan Bayi
date_range 20 Agustus 2025
favorite 253 Kali
Pelatihan Kesehatan Tradisional di Tanaraing: Meracik Jamu Kekinian dan Teknik Pijat Berbasis Siklus Hidup
date_range 17 Juli 2025
favorite 248 Kali
4 Kebiasaan Dapat Merusak Tubuh
date_range 13 Februari 2026
favorite 119 Kali
Musdes Program TEKAD di Desa Tanaraing: Fokus Pembentukan Demplot Ayam Petelur dan Perencanaan Tahunan 2025
date_range 23 Oktober 2025
favorite 184 Kali
80.000 Koperasi Desa Merah Putih Resmi Diluncurkan, Presiden Prabowo: Fondasi Ekonomi Rakyat
date_range 21 Juli 2025
favorite 238 Kali
Bahas Isu Kesehatan Reproduksi dan Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak di GKS Jemaat Tanaraing
date_range 10 Juli 2025
favorite 234 Kali
Kunjungan Lapangan Program TEKAD di Desa Tanaraing: Memantau Perkembangan Ekonomi Pedesaan di Sumba Timur
date_range 29 Oktober 2025
favorite 169 Kali
Rembuk Stunting dan Musyawarah RDS Desa Tanaraing, Upaya Bersama Wujudkan Generasi Sehat
date_range 16 September 2025
favorite 220 Kali
Cegah Penyakit Menular CD Bethesda Yakkum lakukan Sosialisasi Penyakit TB dan HIV/AIDS di Desa Tanaraing
date_range 24 April 2025
favorite 229 Kali
Belum ada agenda
| Hari ini | : | 317 |
| Kemarin | : | 387 |
| Total Pengunjung | : | 43.202 |
| Sistem Operasi | : | Unknown Platform |
| IP Address | : | 216.73.216.253 |
| Browser | : | Mozilla 5.0 |
Realisasi | Anggaran
Realisasi | Anggaran
Realisasi | Anggaran